an Independent Traveler Notes

because traveling is my passion.

It’s Piccadilly Circus Everyone!

with 4 comments

Piccadilly Circus is a famous road junction and public space of London’s West End in the City of Westminster, built in 1819 to connect Regent Street with the major shopping street of Piccadilly. In this context a circus, from the Latin word meaning a circle, is a circular open space at a street junction. –Based on Wikipedia-

Piccadilly_Circus_Panorama_-_April_2007

Piccadilly Cruise, from Wikipedia

‘Mau ke Piccadilly ga?’ tanya seorang kawan yang menemani acara jalan-jalanku di sore itu.

‘Ada apa di Piccadilly?’ tanyaku kembali.

Well, anything! There are so many people in there, especially in the evening’ jawabnya.

‘Hmm, boleh lah’

Dan kami pun berjalan dari daerah Big Ben yang tersohor itu menuju ke arah Piccadilly Circus. Bisa dicapai dengan subway sebenarnya, namun untuk menikmati suasana London di sore itu kami memilih untuk berjalan kaki. Perjalanan menuju Piccadilly itu pun sangat menarik. Kami melewati banyak monumen-monumen orang ternama seperti Winston Churchill, gedung National Museum, hingga deretan kafe-kafe yang ramai di sore itu. Kami juga melewati taman-taman yang penuh dengan hiruk pikuk manusia juga deretan pelukis jalanan yang melukis pemandangan hingga wajah dengan sangat indah.

Keramaian itu semakin memuncak ketika kami memasuki kawasan Piccadilly. WOW. Seperti kata Wikipedia, daerah ini memang merupakan kawasan road junction. Setidaknya ada empat pintu subway yang mengelilingi kawasan Picadilly Circus ini. Tidak heran jika kawasan ini begitu ramai dengan hiruk pikuk manusia, mulai dari yang sekedar nongkrong sambil minum kopi dan membaca, mengobrol bersama kawan-kawan, hingga menjadi tempat meeting point. Hampir semua manusia berkumpul di satu titik keramaian yang berada tepat di tengah-tengah Picadilly Circus ini, yaitu air mancur dengan patung Anteros atau Eros.

Picture 583

piccadilly 1

Suasana sore hari di Piccadilly Cruise yang penuh dengan keramaian.
Air mancur dengan patung Eros/Anteros menjadi titik pusat berkumpul orang-orang yang menghabiskan waktu di Piccadilly Circus.

piccadilly 3

Salah satu pintu subway di antara empat pintu subway yang terdapat di sekeliling Piccadilly Circus.

Deretan kafe, tempat hiburan, dan tempat berbelanja bertebaran di sepanjang jalan di daerah ini. Mulai dari Lilywhites yang ternama itu, hingga toko-toko souvenir yang melimpah ruah terdapat disini. Sangat cocok untuk Anda yang sedang berlibur di London dan berniat membeli oleh-oleh dengan harga yang relatif lebih murah dibandingkan toko-toko souvenir lainnya di London. Anda dapat mengunjungi Little London yang berada tepat di depan gedung Museum Ripley’s Believe It or Not. Little London menjual bermacam-macam souvenir yang sangat lengkap dengan harga yang relatif lebih murah dibandingkan toko-toko souvenir lainnya. Ingin berbelanja CD, DVD, games, atau buku-buku fiksi? Anda dapat mengunjungi HMV yang sangat ramai sekali, karena memang CD, DVD, dan buku-bukunya terhitung lumayan murah untuk daerah Eropa.

piccadilly 2

Lilywhites yang terletak di salah satu sudut Piccadilly Circus.

Picture 604

Little London, salah satu toko souvenir yang menjual bermacam-macam souvenir bertemakan London.

Picture 612

HMV, toko musik dan buku-buku fiksi yang cukup ramai di sudut Piccadilly Circus.

Anda mencari hiburan? Disini juga tempatnya! Anda bisa mengunjungi Museum Ripley’s Believe It or Not, yang para petugasnya begitu aktif menawarkan tiket dan promo-promo lainnya di sepanjang jalan. Berbagai tempat menonton pertunjukkan pun ada disini, seperti Criterion Theatre yang saat itu menghadirkan drama komedi. Teater-teater seperti itu begitu melimpah disini, dengan berbagai tema drama yang disajikan, mulai dari komedi hingga horor. Terdapat pula tempat khusus yang menawarkan suasana horor didalamnya, entah seperti apa maksutnya karena saya tidak masuk kedalamnya, mungkin semacam rumah hantu jika di Indonesia. Para petugas tempat-tempat yang menyajikan hiburan-hiburan ini begitu aktif menawarkan tiket dan promo, sehingga jika Anda tertarik, tentu saja Anda dapat banyak bertanya dulu kepada mereka.

Picture 597

Picture 603

Museum Ripley’s Believe It or Not.

Picture 599

Criterion Theatre, salah satu tempat hiburan di sudut Piccadilly Circus.

Jika Anda mulai lapar, Anda dapat memilih dari deretan kafe dan resto yang bertebaran di sepanjang jalan Piccadilly Circus ini. Mulai dari kafe-kafe dan resto khas Eropa, junk food semacam McD dan Burger King, hingga berbagai makanan Asia seperti Vietnam, Taiwan, Korea, China, tersebar disini. Mencari makanan yang harganya paling murah di London pun sepertinya juga terdapat disini, walaupun ukuran murah di London itu masih terhitung sangat mahal jika di negara kita. Namun dari porsi dan besar makanan yang disajikan, rasanya cukup setimpal, mengingat porsi double whooper-nya Burger King yang saya makan nyaris dua kalinya porsi double whooper di Burger King Indonesia. Begitu pula dengan mie Vietnam (Pho) yang saya makan, porsi yang disajikan besarnya dua kali porsi Pho yang pernah saya makan di salah satu resto Vietnam di Jakarta.

Seriously, it’s amazing!

Rasanya seperti menemukan satu tempat ramai yang luar biasa. Ditambah dengan pemandangan gedung-gedung khas Eropa di sepanjang daerah Piccadilly Circus ini, rasanya acara sightseeing di London ini semakin lengkap.

Written by hapzontraveling

September 21, 2009 at 3:38 am

Posted in England, London

4 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. jalan kakinya pun nyasar2 juga (lol)

    csy

    September 21, 2009 at 4:08 am

  2. [...] (review picadilly-nya diliat di blog tetangga saja ya, yg juga jadi tokoh utama di cerita ini, monggo di sini; put, gw link ya…). sampai di little london, toko souvenir di deket patung picadilly circus, [...]


Leave a Reply